Uncategorised

Perbedaan UX Designer dan UI Designer

Kita sering mendengar istilah UX Designer dan UI Designer, khususnya ketika ingin melamar pekerjaan di startup digital. Sebenarnya apa perbedaan dari kedua pekerjaan ini? Apakah UX Designer sama dengan UI Designer?

Tugas utama seorang designer adalah menciptakan desain yang dapat digunakan secara mudah dan menyenangkan oleh user. UX (User Experience) Designer bertugas mendesain keseluruhan alur produk agar nyaman untuk digunakan, bahkan sebelum produk sampai ke tangan pengguna. Tugas ini mencakup bagaimana produk bisa sampai ke tangan pengguna, menentukan cara branding yang tepat, mendesain penggunaan yang nyaman, hingga mendesain agar user dapat menyampaikan keluhan dengan nyaman. Sedangkan UI Designer bertugas mendesain produk yang menyenangkan, tapi hanya sebatas tampilan visual saja.

Untuk lebih memahami perbedaan dua pekerjaan ini, sebaiknya kita pahami terlebih dahulu alur yang dilakukan saat mendesain sebuah produk.

Alur dalam Mendesain Sebuah Produk

Seorang UX Designer berperan untuk menggali kebutuhan pengguna (user needs) dan tujuan bisnis (business goals). User needs dapat diketahui dengan menjalankan user research, sedangkan business goals dapat diketahui dengan mengobrol dengan stakeholder.

Setelah mengetahui kedua hal tersebut, langkah selanjutnya adalah merancang fitur yang tepat untuk memenuhi user needs dan business goals. Fitur dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu fitur yang wajib ada, fitur yang sebaiknya ada, dan fitur yang memberikan efek kejutan.

Fitur yang wajib ada adalah fitur utama yang kita jual ke pengguna. Karena sifatnya yang wajib, fitur ini sebaiknya ada untuk meningkatkan competitiveness produk di pasar. Sedangkan fitur yang memberikan efek kejutan adalah fitur yang tidak diharapkan untuk ada, tetapi ketika ada membuat pengguna senang untuk menggunakannya.

Fitur-fitur tersebut kemudian diterjemahkan menjadi alur yang terstruktur. Alur tersebut dibuat dalam bentuk user flow dan information architecture. User flow dan information architecture kemudian diolah menjadi wireframe. Wireframe kemudian diserahkan kepada UI Designer untuk dipercantik tampilan visualnya.

User Flow
Image from Pinterest
Wireframe
Image from Behance

UI Designer bertugas menentukan warna, typography, icon, dan ilustrasi yang tepat untuk sebuah produk. Hasilnya berupa mock up. Mock up kemudian diolah oleh developer menjadi sebuah aplikasi yang dapat digunakan oleh pengguna.


Mock Up
Image from Pinterest

Beberapa perusahaan, khususnya yang baru berdiri, seringkali menggabung UX dan UI Designer menjadi UX/UI Designer. Dengan begitu, keseluruhan alur di atas menjadi tanggung jawab sang UX/UI Designer. Tetapi beberapa perusahaan yang sudah mapan biasanya membedakan kedua peran tersebut.

Dengan memahami alur dalam mendesain sebuah produk, kamu jadi mengetahui apa saja yang dibutuhkan untuk menjadi seorang UX/UI Designer. Penting bagi seorang desainer untuk mengetahui alasan di balik dibangunnya sebuah fitur—tidak langsung mendesain icon, warna, atau ilustrasi—agar produk yang kita buat dapat benar-benar menjawab kebutuhan pengguna.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close