Uncategorised

Kerja Lebih Fokus dengan To-Do List ala Stupid Paper

Pernah ga sih saat lagi mengerjakan satu kerjaan tapi kepikiran sama kerjaan lain?

Misalnya kita sedang menyusun requirements produk, tapi kepikiran laporan keuangan buat stakeholders belum selesai. Tiba-tiba kepikiran beberapa email penting belum dibalas, lalu kemarin nalangin pembelian barang buat kantor tapi belum mengurus formulir reimburse.

Belum selesai sampai di sini, kemudian teringat kalau tagihan listrik bulan ini belum dibayar, tiket kereta buat liburan weekend depan belum dibeli. Memikirkan ini semua rasanya jadi ingin tidur aja ya hahaa.

Akhirnya kita jadi ga fokus sama kerjaan saat ini, terbayang-bayang sama kerjaan yang lain. Mau ngerjain yang lain, kerjaan saat ini belum selesai. Tidak mudah rasanya berganti konteks kerjaan. Dilema.

Menghadapi situasi seperti ini, stupid paper mudah-mudahan bisa membantumu.

Inilah Stupid Paper

Ambil selembar kertas A4 atau yang semisalnya. Lipat kertas tersebut sehingga memiliki delapan segmen seperti gambar di bawah ini.

Delapan Segmen pada Stupid Paper
Tadaa! Stupid Paper Kamu Siap Digunakan

Untuk setiap segmen, kamu bisa menuliskan daftar kerjaan kamu seperti di bawah ini. Jika satu segmen sudah penuh, kamu bisa berpindah ke segmen yang lain.

Inilah stupid paper. Pada dasarnya, stupid paper adalah to-do list, namun dituliskan di kertas fisik. Stupid paper membantu kita mengatur kerja-kerja harian hingga bulanan kita sekaligus mengatur mana perlu kita pikirkan saat ini, mana yang kita pikirkan nanti.

Catat apa yang akan kamu kerjakan di kertas itu, kemudian lupakan kerjaan-kerjaan itu dari pikiran dan fokus pada kerjaan saat ini.

Catat To-Do List Kamu di Stupid Paper

Misalnya kamu sudah selesai dengan satu kerjaan, coret kerjaan itu di stupid paper dan rasakan kepuasan menyelesaikannya. Kemudian pindah ke kerjaan lainnya.

Apa lagi kerjaan lain yang bisa kita kerjakan? Lanjutin bikin laporan keuangan? Bayar tagihan listrik? Atau bayar tiket kereta dulu? It is up to you. Kamu yang paling tahu mana yang penting dan mendesak terlebih dahulu.

Mempertahankan Konteks

Untuk membuat kerja lebih efektif, jika memungkinkan pilih kerjaan berikutnya yang masih dalam satu konteks. Misalnya jika kamu sudah selesai menyelesaikan kerjaan dalam konteks sebagai product manager, pilih kerjaan berikutnya dalam konteks yang sama. Cara seperti ini membuat kamu mempertahankan konteks.

Seringkali berganti konteks kerjaan tidak mudah dan membutuhkan waktu. Sering berganti konteks kerjaan bisa membuat harimu tidak produktif.


Menggunakan stupid paper, mudah-mudahan kita bisa lebih fokus ke kerjaan saat ini. Dengan fokus yang lebih baik, kita bisa menyelesaikan kerjaan lebih cepat, lebih efektif. Dengan stupid paper juga, kamu bisa membuat rencana kerjaan untuk hari esok. Hari-harimu pun jadi lebih produktif untuk membangun karya-karya besar.

Catatan: saya sendiri tidak tahu dari mana istilah stupid paper ini sebenarnya berasal. Saya kenal to-do list ala stupid paper ini selama bekerja di Badr Interactive. If you know about it, let me know. 😉

Tags

Ardi

Sharing my learning and experience in product management and software process like Scrum. Also inspiration from life

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close